Senja bersama mega-mega berwarna jingga yang hanya sementara bisa kunikmati dengan mata, akan kutitipkan pula rinduku yang hanya saat ini saja, aku tak berani menitipkan janji pada senja karena aku sadar entah sampai kapan aku merindukanmu dengan penuh sesak amarah yang ingin aku ceritakan kepadamu jika bertemu. Aku juga tak berani menghitung waktu, memperkirakan kita akan bertemu menjadi satu, aku hanya bisa menitipkan salam lewat hembusan nafas yang terucap namamu barusan.
Setidaknya aku mengenali persaanku kali ini, bahwa aku benar-benar rindu, tapi tolong jangan ungkit lagi lain waktu, karena tak ada yang tau “apakah hatiku masih sama seperti saat ini?”.
Setidaknya aku mengenali persaanku kali ini, bahwa aku benar-benar rindu, tapi tolong jangan ungkit lagi lain waktu, karena tak ada yang tau “apakah hatiku masih sama seperti saat ini?”.
Seperti biasa aku tak sanggup berjanji
hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini
entah esok hari entah lusa nanti
entah esok hari entah lusa nanti
*Iwan Fals- Entah
Seketika teringat lagu itu, bedanya cinta disana adalah rindu, rinduku padamu yang dipertemukan oleh waktu, yaaaa waktu ini, saat ini.





